Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donald Bebek. Berlawanan dengan
Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus.

Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika
bernama asli Gladstone ini.

Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu
lebih untung dari Donald.
Jika Untung dan Donald berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping
uang di jalan, pastilah itu si Untung.
Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, don't worry,
ternyata beruntung itu ada ilmunya. Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba
meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial.
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan
sekelompok lain yang hidupnya selalu sial.
Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa
diteliti.
Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka
yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman
memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang
dibagikan kepada dua kelompok tadi.
Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk
menyelesaikan tugas ini.
Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja!
Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan
yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di
koran ini".
Kelompok sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.
Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang
bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda
menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan
tadi! Memang benar2 sial.

<>

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman
menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang.
Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan
bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?
Ternyata Orang-2 yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka
terhadap Pengalaman-2 baru.
Mereka lbih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal,
dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru.
Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-
kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New
York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di
depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di
sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan
dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung.
Tapi Helzber berpikir lain.
Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah
seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan
jaringan toko permatanya.
Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia
adalah Warren Buffet.
Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak
mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada
Buffet, face to face.
Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg.
Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata Lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata
sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "Hati nurani" (intuisi) daripada
hasil otak-atik angka yang canggih.
Angka-angka akan sangat membantu, tapi Final Decision umumnya dr "Gut
Feeling".
Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi
akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak
berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi
mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur.
Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih
mudah diakses.
Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, "Bgmn cara mendengarkan intuisi??"

Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu?

Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu.
Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya
jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran dengar suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam
berbagai bentuk, misalnya:

* Isyarat dari badan.
Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-2an ya, mau dapet rejeki
barangkali", semacam itu.
Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda
maknakan.

Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai
saja kalau tiba2 meriang lagi.

* Isyarat dari perasaan.
Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau
melakukan sesuatu.
Ini yang pernah saya alami.
Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited
setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu.
Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut.
Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

* Isyarat dari luar.
Baca "isyarat2" dari luar yang datang pada Anda.
Saya juga beberapa kali mengalami.
Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu
perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu
lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi.
Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya.
Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S-Class dua
pintu, barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap Kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata Selalu Ge-Er terhadap keHidupan.
Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya.
Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang
menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang
Anda kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan.
Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat Pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya
menjadi kebaikan.
Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya.
Dalam salah satu tes nya Prof. Wiseman meminta peserta untuk membayangkan
sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok
bersenjata.
Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka.

Reaksi orang dari kelompok Sial umumnya adalah: "Wah sial benar ada di
tengah2 perampokan begitu".
Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung Saya ada di sana,
saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan mendapat uang. "
Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.
Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya
menjadi keberuntungan.

<>
Sekolah Keberuntungan Prof Wiseman.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof. Wiseman bahkan membuka Luck School.
Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck
School.
Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di Luck
School.

Salah satu yang menonjol dari Orang ~ Sial adalah betapa mereka sering
mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka.
Misalnya salah satu pasien Prof. Wiseman, adalah seorang wanita single
parent, yang sangat sial.
Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan
setiap detil kesialannya.
Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si
pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya,
sudah hampir menikah, gerejanya terbakar, dan sebagainya.
Pokoknya benar2 sial.
Padahal, dalam setiap interview, si Wanita datang membawa 2 orang anak yang
sangat lucu2 dan sehat.
Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi.
Tapi tidak bagi si wanita sial tadi.

Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya
sudah penuh dengan "K.E.S.I.A.L. A.N".

Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan
membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan.
Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan
yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka.
Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu
keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak
keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka,
semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung.
Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa
mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada
hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa
beruntung. Termasuk Anda.
Ust. Drs. Muhammad Sa’id

Birrul Walidain merupakan kebaikan-kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya, kebaikan tersebut mencakup dzahiran wa batinan dan hal tersebut didorong oleh nilai-nilai fitrah manusia. Wajibatul walid (kewajiban orang tua) ialah orang tua berkewajiban mempersiapkan anak-anaknya agar berbakti kepadanya. Sabda Rasulullah “Allah merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk bisa berbakti kepadanya”.

Keutamaan-keutaman dari Birrul Walidain 1. Ahabul ‘amali illalahi ta’ala (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)

Sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra “Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah?” Rasulullah bersabda “ Shalat tepat pada waktunya”. Kemudian aku tanya lagi “Apa lagi selain itu?” bersabda Rasulullah “Berbakti kepada kedua orang tua” Aku tanya lagi “ Apa lagi ?”. Jawab Rasulullah “ Jihad dijalan Allah”. Ini berarti diantara 2 amal yang paling dicintai Shalat tepat waktu dan jihad fisabilillah tidak berarti jika durhaka kepada orang tua. Ini dikisahkan bahwa Rasulullah pernah menolak salah seorang sahabat untuk berjihad dijalan Allah karena belum mendapat ridha orang tua. Akhirnya Rasulullah memperintahkan sahabat tsb untuk segera pulang memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.

2. Laisajaza an min waladin ila walidih (Bakti kepada orang tua bukanlah merupakan suatu balas budi)

Seseorang anak tidak akan dapat membalas jasa kedua orang tua. Sebagaimana dalam hadist “Tidak akan dapat membalas seorang anak kepada orang tuanya melainkan anak itu mendapatkan orang tuanya sebagai hamba sahaya lalu dia membelinya kemudian memerdekakannya”.

3. Al ummu hiya ahaqu suhbah (perioritas untuk mendapat perlakuan yang lebih dekat dari kedua orang tua ialah ibu)

Dikisahkan seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah “Siapakah yang lebih berhak diantara manusia yang paling harus aku perlakukan secara baik?” menjawab Rasulullah “Ibumu” Bertanyalah lagi sahabat tsb “Siapalagi Ya Rasulullah?” Menjawab Rasulullah “Ibumu” Bertanyalah lagi sahabat tsb “Siapalagi Ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah “Ibumu” Bertanyalah lagi sahabat tsb “Siapalagi Ya Rasulullah?” Barulah Rasulullah menjawab “Bapakmu”. Dalam Qs. 31:14 Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, terutama pada ibunya yang telah mengandung dan menyusuinya.

4. Makruman bi ibadatillah (Berbakti kepada orang tua dibarengi dengan ibadah kepada Allah SWT)

Qs. Al Israa’ ayat 23 Allah memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua melarang perkataan “ah” dan membentak kepada keduanya dan mengucapkan perkataan yang mulia. Ayat ini mengartikan bahwa berbakti kepada orang tua sama wajibnya dengan ibadah kepada Allah SWT.

Unsur-unsur Birrul Walidain

Seorang anak ketika ingin berbakti kepada kedua orang tuanya harus bersikap atau berakhlak yang terkait dengan unsur-unsur Birrul Walidain . Jika unsur-unsur tsb tidak terpenuhi maka hukukul walidain (durhaka kepada orang tua). Unsur-unsur Birrul Walidain yaitu:

1. Al muhaqodhotu alal kaul

Seorang anak hendaknnya menjaga dan memelihara ucapannya dihadapan orang tua, terlebih bagi mereka yang sudah berusia lanjut jangan sampai perkataan atau perbuatannya menyinggung perasaan mereka, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam Qs.17 : 23.
2. Khofdul Jannah

Sikap bahasa tubuh seorang anak tidak boleh membusungkan dada terhadap orang tua melainkan merendahkan diri kepada keduanya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka agar keduanya dikasihi Allah sebagaiman mereka mengasihinya waktu kecil. Hal ini diperintahkan Allah SWT dalam Surat Al Israa’ ayat 24.

3. Attoah Almushahabah

Akhlaq seorang anak yang taat dan kedekatan serta keakraban terhadap orang tua. Walaupun mungkin ketidaktaatan seorang anak kepada orang tua karena permasalahan yang sangat syar’i (prinsip) tetapi sikap mushahabah (keakraban) tetap harus dilakukan karena itu merupakan hak orang tua, Allah menjelaskannya dalam Qs. 31:15.


4. Sabatulbirri ba’da wafatihima

Tetap berkewajiban berbakti kepada orang tua setelah kedua meninggal dunia. Dalam surat An Anjm ayat 39-41 bahwa Allah SWT memberikan kesempatan kepada orang tua yang meninggal dunia masih memiliki simpanan amal kebaikan yang dapat diperoleh dari anak-anak yang sholeh dan sholeha. Dalam suatu hadist dikisahkan bahwa suatu ketika datang seseorang menghadap Rasulullah SAW kemudian berkata “Ya Rasulullah apakah masih ada kesempatan untuk berbakti aku kepada orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?” Rasulullah dengan tegas menjawab “Ya, masih ada”. Ada 5 hal yang harus dijalankan setelah kepada seorang anak agar berbakti kepada orang tua yang telah meninggal :
a. Asshalatu ‘alaihima (berdo’a untuk keduanya)
b. Wal isthigfaru lahuma (memohonkan ampun keduanya)
c. Wainfadzu ahdihima (melaksanakan janji-janjinya)
d. Waiqramu shadiqihima (memuliakan teman-teman keduanya)
e. Wasilaturrahimmisilati latu shallu illa bihima (silaturrahmi kepada orang-orang yang tidak ada hubungan silaturahmi kecuali melalui wasilah kedua orang tua)

Kisah-kisah Para Nabi & sahabat Rasulullah SAW dalam mempraktekan Birrul Walidain

• Kisah Nabi Ibrahim As

Nabi Ibrahim As mempunyai ayah yang bernama Azar yang aqidah-nya berseberangan dengan Nabi Ibrahim As tetapi tetap menunjukan birrul walidain yang dilakukan seorang anak kepada bapaknya. Dalam menegur ayahnya beliau menggunakan kata-kata yang mulia dan ketika mengajak ayahnya agar kejalan yang lurus dengan kata-kata yang lembut sebagaimana dikisahkan Allah pada Qs. 19 : 41-45.

• Kisah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW yang telah ditinggal ayahnya Abdullah karena meninggal dunia saat Rasulullah masih dalam kandungan ibunya Aminah. Dalam pendidikan birrul walidain ibunya mengajak Rasulullah ketika berusia 6 tahun untuk berziarah kemakam ayahnya dengan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanan pulang ibunda beliau jatuh sakit tepatnya didaerah Abwa hingga akhirnya meninggal dunia. Setelah itu Rasulullah diasuh oleh pamannya Abdul Thalib, beliau menunjukan sikap yang mulia kepada pamannya walaupun aqidah pamannya berbeda dengan Rasulullah. Dan Rasulullah berbakti pula kepada bibinya yang bernama Sofiah binti Abdil Mutthalib.

• Kisah Abu Bakar As Siddiq ra

Abu Bakar As Siddiq ra adalah sahabat Rasulullah SAW yang patut ditauladani dalam berbaktinya terhadap orang tua. Disaat orang tuanya telah memasuki usia yang sangat udzur, bukan hanya perkataan yang lemah lembut lagi mulia dan sikap yang baik melainkan juga beliau dapat mengajak bapaknya yakni Abu Khuwafah untuk beribadah kepada Allah SWT dan mengakui Islam sebagai pedoman hidupnya dan hal ini dinanti oleh Abu Bakar dengan cukup lama. Allah berfirman dalam QS 14 : 40 – 41 ayat yang do’a agar anak, cucu dan seluruh anggota keluarganya menjadi orang-orang yang muqiimas shalat (mendirikan shalat) dan diampuni dosa-dosanya. Ayat ini merupakan suatu kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada kelurga Abu Bakar As Siddiq ra.

• Kisah Sa’ad Bin Abi Waqas ra

Sa’ad bin Abi Waqas ra menerapkan bagaiman konteks Birrul Walidain mempertahankan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Saat ibunya mengetahui bahwa Sa’ad memeluk agama Islam, ibunya mempengaruhi dia agar keluar dari Islam sedangkan Sa’ad terkenal sebagai anak muda yang sangat berbakti kepada orang tuanya. Ibunya sampai mengancam kalau Sa’ad tidak keluar dari Islam maka ia tidak akan makan dan minum sampai mati. Dengan kata-kata yang lembut Sa’ad merayu ibunya “ Jangan Kau lakukan hal itu wahai Ibunda, tetapi saya tidak akan meninggalkan agama ini walau apapun gantinya atau resikonya”. Tidak bosan-bosannya Sa’ad menjenguk ibunya dan tetap berbuat baik kepadanya serta menegaskan hal yang sama dengan lemah lembut sampai suatu ketika ibunya menyerah dan menghentikan mogok makannya. Kisah ini juga merupakan asbabun nujul turunnya ayat Qs 31 : 15.

Ketika seorang anak berbakti kepada orang tua merupakan suatu bakti yang tidak hanya sekedar didunia tetapi juga di yaumil akhir. 


Repost : nugroho.artur@gmail.com
Seorang teman mengirimkan catatan seperti tertulis di bawah ini:
Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………
tetapi di sini, di Durban, harga bahan bakar juga mahal. Saya telah
bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga saya
bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga
untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.
Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24
jam kami memompakan/menyalur kan kurang lebih 4 juta liter.
Satu hari solar, hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin,
LRP dan Unleaded. Kami di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak
34 dengan kapasitas seluruhnya 16.800.000 liter.

BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA DENGAN BAHAN
BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH
DINGIN.


Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah.
Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya.
Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan
mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang
hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki
kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda
beli. Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan
temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan
produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1 derajat
merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini. Tetapi SPBU
tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI
KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.


Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki
kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang
kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada
yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang
kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero
antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi.
Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck
yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga
setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG MENGISI TANKI
PENYIMPANAN

Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan
dari truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran
di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke
tanki kendaraan anda.
Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang
maksimal dari rupiah
yang anda gunakan untuk membeli bensin.

Repost form : nugroho.artur@gmail.com
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Setelah seorang pemimpin bersungguh-sungguh menjaga diri menjadi orang yang hidup benar di jalan Allah (shiddiq), yang kedua adalah harus benar-benar memiliki kemampuan menjaga amanah.

Dalam Alquran Rasulullah SAW diperintahkan untuk menyampaikan, "inni lakum rasuulun amiin", sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang tepercaya bagimu.
Al Amin adalah orang yang amanah, tepercaya, dan bertanggung jawab. Siapapun yang menjadi pemimpin hendaklah bertanya, "Apakah saya dipercaya atau tidak oleh orang yang saya pimpin?" Setiap orang merasa ragu kepada kita, maka kesediaan mereka untuk mematuhi apalagi berkorban menjadi minimal. Semakin banyak keraguan semakin tidak
efektif dalam memimpin.

Bagaimana agar orang percaya dan tidak ragu kepada kita?

Pertama, pemimpin yang amanah adalah orang yang menjadi kuburan bagi aib orang lain, bukan yang sering membeberkan kekurangan karyawannya, apalagi membeberkan kekurangan anggotanya. Makin banyak membeberkan rahasia dan kekurangan orang lain, makin jatuh kredibilitasnya.

Berhati-hatilah terhadap orang yang sering menceritakan aib orang lain karena jika ia berani menceritakan aib-aib orang lain kepada kita, apa sulitnya dia menceritakan aib kita kepada orang lain.

Kedua, pemimpin yang amanah setiap kali mengucapkan janji berusaha sekuat tenaga memenuhinya. Nabi Muhammad SAW pernah tiga hari tiga malam datang ke sebuah tempat hanya karena ada janji dan orang yang berjanjinya lupa, tetapi Nabi tidak marah, karena keberuntungan bagi beliau adalah kemampuan memenuhi janji.

Seringkali orang mudah memberi janji dan melupakannya, tapi orang yang diberi janji biasanya tidak akan lupa. Pemimpin yang amanah bisa dilihat dari kehati-hatiannya berjanji, sedikit janjinya, tetapi selalu ditepati.

Saat pemilu mendatang, berhati-hatilah terhadap calon pemimpin yang mudah mengobral janji. Seorang calon pemimpin yang banyak memberikan janji jangan langsung dipercaya. Jika akan memilih pemimpin, lebih baik pilihlah orang-orang yang sepanjang hayatnya memberikan bukti daripada yang hanya bisa memberikan janji.

Setiap amanah yang akan diberikan kepada kita harus benar-benar diperhitungkan terlebih dahulu apakah mampu mempertanggungjawabkannya atau tidak. Setiap pejabat tentu mengucapkan sumpah sebelum mengawali tugasnya.

Menyebut sumpah itu sudah merupakan janji, apalagi menyebut 'Demi Allah'. Orang yang mempunyai jabatan, pangkat, kedudukan, jika dia tidak mampu mempertanggungjawabkannya, maka semuanya itu justru menjadi jalan kehinaan bagi dirinya. Terlebih lagi masyarakat kita sekarang sudah semakin kritis.

Semakin tinggi jabatan, jika terjatuh (karena tidak amanah), maka bantingannya akan semakin meremukkan. Oleh karenanya jangan tamak dengan kekuasaan dan jabatan, tapi bersungguh-sungguhlah menunaikan tanggung jawab.

Ketiga, pemimpin yang amanah akan bertanggung jawab terhadap setiap perkara sekecil apapun. Setiap berkata benar-benar tidak ada keraguan, tidak meremehkan waktu walau sedetikpun, karena detik juga berharga (telat sedetik, semenit, sejam, semuanya sama saja yaitu telat), jika jual beli pantang mengambil hak orang lain.

Membangun kepemimpinan diawali dengan amanah terhadap hal-hal kecil terlebih dahulu. Pemimpin yang baik tidak hanya sukses di kantor, tapi juga harus sukses di rumah. Tidak sedikit para pemimpin yang mampu mengatur sistem, kantor, atau perusahaan dengan baik, tetapi tidak berhasil membangun keluarganya dengan baik.

Tidak sedikit pejabat yang terjatuh akibat istrinya tidak dibina dengan baik. Oleh karena itu didiklah keluarga, istri, dan anak-anak kita. Jika tidak, maka kita bisa jatuh oleh istri dan anak-anak kita sendiri.

Firman Allah dalan Alquran:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu
dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah
kamu terhadap mereka, dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi
serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi
Mahapenyayang." (QS At Taghaabun [64]:14).

Oleh karenanya bersungguh-sungguhlah membina rumah tangga karena Yang Mahaagung mengaruniakan kepada kita sifat amanah.

Jenis Tulisan

Semua tulisan di blog ini mencantumkan sumber tulisan beserta link supaya anda bisa memverifikasinya. Jika tidak ada sumber yang dicantumkan, berarti tulisan tersebut memang tidak bersumber dari manapun.


Komentar Pembaca

Saya tidak mengijinkan blog ini dijadikan ajang untuk berdebat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan SARA. Saya juga tidak mengijinkan kata-kata kasar, pornografi dan provokasi. Orang yang terpelajar tahu berbicara pada tempatnya.

Komentar saya atur menjadi moderasi. Jadi berikan komentar yang positif. Saya tidak melarang komentar yang bersifat mempromosikan agama sendiri, namun saya menolak komentar yang menyerang agama orang lain.

Beberapa komentator telah berusaha menjadikan blog ini menjadi alat provokasi keagamaan seperti yang terjadi pada beberapa blog yang saya ketahui. Ini adalah contoh bahwa di dunia ini masih banyak orang yang belum memiliki kebesaran jiwa dan tentu saja mereka adalah orang yang tergolong memiliki spiritual quotient (SQ) yang rendah.

Aturan Copy Paste bagi para blogger

Ada dua aturan copy paste :

Pertama, Saya memperbolehkan tulisan-tulisan di blog ini dicopy paste ke blog anda. Namun saya menyarankan anda untuk mencantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. Tidak ada aturan hukum, jika anda menolak, saya tidak akan menuntut anda ke pengadilan.

Tidak ada salahnya kan mencantumkan sumber dan linkback. Hal ini tidak akan merusak reputasi anda, cuma merusak ego anda.

Kedua, jangan mengcopy sebagian besar isi BLOG ini ke BLOG lain, karena itu berarti anda menduplikasi blog ini. Ambil artikel yang anda suka secukupnya. ok.

Terima Kasih
Menurut saya, pengertian manusia yaitu : Manusia adalah manusia yang dapat memanusiakan manusia lain semanusiawi mungkin.
Bagaimana menurut kalian?

Hanya untuk penghilang setres.